Posted by : Pradanaput
Kamis, 28 Maret 2019
Konsepnya antara lain :
A. Definisi Bahasa dan Fungsi Bahasa
B. Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia
C. Ragam Bahasa Indonesia
D. Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar
A. Definisi Bahasa dan fungsi Bahasa
Bahasa adalah alat komunikasi.
Bahasa adalah bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia,
bukan bunyi yang dihasilkan alat lain.
Oleh sebab itu, bahasa itu manusiawi, artinya hanya
manusia yang mampu menghasilkan bahasa.
Bahasa adalah seperangkat bunyi yang sistematik, artinya:
1. bahasa memiliki seperangkat sistem tertentu yang
dikenal oleh para penuturnya
2. pemakaian bahasa dan kebiasaan berbahasa tidak
diatur oleh lembaga perumus tertentu (aturan
pemakaian dan kebiasaan berbahasa diatur oleh para
penggunanya)
Bahasa itu arbitrer, artinya :
1. bahasa disusun secara manasuka sesuai dengan
konvensi para penggunanya
2. arbitrer juga dapat diartikan secara kebetulan, jadi
bahasa lahir secara kebetulan akibat adanya interaksi
komunikasi oleh para penuturnya.
Bahasa itu simbolik,artinya :
bahasa merupakan simbol-simbol tertentu yang memiliki
makna bagi para penuturnya.
B. Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia
Dalam kedudukannya sebagai bahasa Nasional, bahasa
Indonesia memiliki fungsi sebagai:
1. lambang kebanggaan nasional
2. lambang identitas nasional
3. bahasa persatuan berbagai suku bangsa yang memiliki
latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda
4. bahasa perhubungan antara berbagai wilayah di
nusantara
Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa
Indonesia memiliki berbagai fungsi:
1. sebagai bahasa resmi negara
2. sebagai bahasa pengantar di dunia pendidikan
3. sebagai bahasa perhubungan dalam hal mewujudkan
kepentingan nasional
4. sebagai bahasa pengembang ilmu pengetahuan
teknologi dan budaya.
C. Ragam Bahasa Indonesia
1. Berdasarkan suasana: ragam bahasa resmi dan ragam
bahasa nonresmi
2. Berdasarkan penggunaan: bahasa yang baik dan
bahasa yang benar
3. Berdasarkan kebakuan: ragam bahasa baku dan
ragam bahasa nonbaku
4. Berdasarkan bidang penggunaan: ragam bahasa ilmiah
dan ragam bahasa nonilmiah
D. Bahasa Indonesia yang Baik dan yang Benar
Penggunaan bahasa yang benar (baku) adalah
penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa
yang berlaku.
Kaidah ini meliputi:
1.aspek tata bunyi (fonologi)
2.tata bahasa (kata dan kalimat)
3.kosakata (termasuk istilah)
4.ejaan
5.makna
6.kelogisan.
Penggunaan bahasa yang baik terlihat dari penggunaan
kalimat-kalimat yang efektif, yaitu kalimat-kalimat yang
dapat menyampaikan pesan/informasi secara tepat.
Kriteria penggunaan bahasa yang baik bertalian dengan:
1.topik yang dibicarakan
2.tujuan pembicaraan
3.lawan bicara atau pembaca
4.tempat
5.waktu pembicaraanKesalahan Umum Berbahasa Indonesia
Dalam pemakaian bahasa Indonesia, termasuk bahasa
Indonesia ragam ilmiah, sering dijumpai penyimpangan dari
kaidah yang berlaku sehingga mempengaruhi kejelasan
pesan yang disampaikan.
Penyimpangan/kesalahan umum dalam berbahasa
Indonesia dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Hiperkorek
Hiperkorek adalah kesalahan berbahasa karena
“membetulkan” bentuk yang sudah benar sehingga menjadi
salah.
Contoh :
utang (betul) menjadi hutang (hiperkorek)
pigura (betul) menjadi figura (hiperkorek)
jadwal (betul) menjadi jadual (hiperkorek)
asas (betul) menjadi azas (hiperkorek)
Ijazah (betul) menjadi ijasah (hiperkorek)
Izin (betul) menjadi ijin (hiperkorek)
zaman (betul) menjadi jaman (hiperkorek)
khawatir (betul) menjadi kuatir (hiperkorek)
2. Pleonasme
Pleonasme adalah kesalahan berbahasa karena
kelebihan dalam pemakaian kata yang sebenarnya tidak
diperlukan.
Pleonasme ada tiga macam yaitu :
a. Penggunaan dua kata yang bersinonim dalam satu
kelompok kata
terjadi sejak April (benar)
terjadi mulai April (benar)
mulai terjadi sejak April (pleonasme)
b. Bentuk jamak dinyatakan dua kali
kasus-kasus (benar)
kumpulan kasus (benar)
kumpulan kasus-kasus (pleonasme)
tarik-menarik (benar)
saling menarik (benar)
saling tarik-menarik (pleonasme)
c. Penggunaan kata tugas (keterangan) yang tidak
diperlukan karena pernyataannya sudah cukup jelas
Contoh:
Teknologi telekomunikasi semakin maju ke depan.
3. Kontaminasi
Istilah kontaminasi dipungut dari bahasa Inggris
contamination (pencemaran). Dalam ilmu bahasa, kata itu
diterjemahkan dengan ‘kerancuan’. Rancu artinya ‘kacau’
dan kerancuan artinya ‘kekacauan’.
Contoh kontaminasi imbuhan:
(meng+kesamping+kan)→mengesampingkan (benar)
(men+samping+kan) →menyampingkan (benar)
↓
mengenyampingkan
(kontaminasi)
Contoh kontaminasi frasa:
Kadang-kadang (benar)
Ada kala(nya) (benar)
Kadang kala (kontaminasi)
Berulang-ulang (benar)
Berkali-kali (benar)
Berulang kali (kontaminasi)
4. Perombakan Bentuk Pasif
a. Penghilangan awalan di- untuk bentuk pasif yang
seharusnya menggunakan awalan di-
Contoh:
Praktik kerja lapangan ini mahasiswa semester enam
lakukan. (tidak baku)
Praktik kerja lapangan ini dilakukan oleh mahasiswa
semester enam. (baku)
b. Penyisipan kata di antara dua kata dari sebuah frasa
terikat
Contoh:
Pustaka itu peneliti akan rujuk. (tidak baku)
Pustaka itu akan peneliti rujuk. (baku)
5. Kesalahan berbahasa yang berhubungan dengan
pemakaian kata tugas
a. Ketidaktepatan kata tugas yang digunakan
Contoh:
Hipotesis daripada penelitian ini terbukti. (tidak
tepat)
Hipotesis penelitian ini terbukti.(baku)
b. Pemakaian kata tugas yang tidak
diperlukan
Contoh:
Dalam penyusunan makalah ini dibantu
oleh berbagai pihak. (tidak baku)
Penyusunan makalah ini dibantu oleh
berbagai pihak. (baku)
6. Pengaruh bahasa daerah
Pengaruh bahasa daerah yang menimbulkan
kesalahan dalam berbahasa Indonesia ada dua
macam.
a. Pengaruh dalam pembentukan kata, yaitu
pemakaian awalan ke- (yang seharusnya awalan
ter- ) dan penghilangan imbuhan.
Contoh pemakaian awalan ke- :
kepakai, kesusun, keuji (tidak baku)
terpakai, tersusun, teruji (baku)
Contoh penghilangan imbuhan:
Hasil penelitiannya beda dengan hasil penelitian
saya.(tidak baku)
Hasil penelitiannya berbeda dengan hasil penelitian
saya.(baku)
Data itu dipindah ke komputer lain.(tidak baku)
Data itu dipindahkan ke komputer lain. (baku)
b. Pengaruh dalam susunan kalimat, penggunaan
akhiran –nya
Contoh:
Lulusannya IT Telkom sangat diminati.(tidak baku)
Lulusan IT Telkom sangat diminati.(baku)
7.Pengaruh bahasa asing
Pengaruh bahasa asing yang menimbulkan kesalahan
dalam berbahasa Indonesia ialah pemakaian kata tugas
(kata ganti penghubung) seperti: yang mana, dimana,
kepada siapa.
Contoh:
Instrumen yang mana baru disusun, telah disetujui
pembimbing. (tidak baku)
Instrumen yang baru disusun, telah disetujui pembimbing.
(baku)
Perusahaan seluler dimana penelitian ini dilakukan memiliki
tim pengontrol kualitas yang handal. (tidak baku)
Perusahaan seluler tempat penelitian ini dilakukan memiliki
tim pengontrol kualitas yang handal.(baku)

