Posted by : Pradanaput
Senin, 11 Maret 2019
Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD)
merupakan ejaan yang diberlakukan di Republik Indonesia semenjak tahun 1972
berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975
Nomor 0196/U/1975 dan dipergunakan untuk
menggantikan Ejaan Soewandi atau Ejaan Republik.
Ejaan ini sudah beberapa kali direvisi yaitu tahun
1987 berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987
dan tahun 2009 berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun
2009. Revisi terbaru dinamakan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang
berdasar pada Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2015,
telah diterbitkan pada tahun 2015 dan disebarkan melalui situs web resmi
Kemendikbud tertanggal 21 Januari 2016.
Perbedaan dengan EYD
Penambahan
huruf vokal diftong. Pada EYD, huruf diftong ada 3 yaitu ai,au,oi sedangkan
pada EBi, huruf diftong ditambah satu yaitu ei (misalnya pada kata
survei,geiser),
Penggunaan
huruf tebal. Dalam EYD, fungsi huruf tebal ada tiga, yaitu menuliskan judul
buku, bab, dan semacamnya, mengkhususkan huruf, serta menulis lema atau sublema
dalam kamus. Dalam EBI, fungsi ketiga dihapus.
Apa
saja materi dari PUEBI
Pemakaian
Huruf
Huruf Abjad
Ada
26 yang masing-masing memiliki jenis huruf besar dan kecil.
Huruf
Vokal
Ada
5: a,e,i,o dan u. Tanda aksen é dapat digunakan pada huruf e jika ejaan kata
menimbulkan keraguan
Huruf
Konsonan
Ada 21 : b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s,
t, v, w, x, y, dan z. Huruf c, q, v, w, x, dan y tidak punya contoh di akhir
kata. Huruf x todak punya contoh di tengah kata. Huruf q dan x digunakan khusus
untuk naman dan keperluan ilmu.
Diftong
Ada
3 : ai, au dan oi
Pemenggahan
Kata
·
Kata dasar
Di antara dua vokal berurutan di tengah kata (diftong
tidak pernah diceraikan): ma-in. Sebelum huruf konsonan yang diapit dua vokal
di tengah kata: ba-pak. Di antara dua konsonan yang berurutan di tengah kata:
man- di. Di antara konsonan pertama dan kedua pada tiga konsonan yang berurutan
di tengah kata: ul-tra.
Kata
berimbuhan: Sesudah awalan atau sebelum akhiran: me-rasa-kan.
Gabungan
kata: Di antara unsur pembentuknya: bi-o-gra-fi.
itulah
beberapa contoh dari penggunaan PUEBI ( Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia).
saya berharap agar para pembaca dapat memahami beberapa contoh dari PUEBI dan
bisa mengunduh lebih lengkap materi dari PUEBI di link yang telah disediakan.

